Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia

Published 5 Juni 2013 by DindaAdzaniah

Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia

I.                   Arti Manajemen

Dalam pengertian dan mendifinisikan ada berbagai ragam. Bila dilihat dari literature-literatur yang ada. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.

1.    Manajemen sebagai suatu proses

2.    Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia

3.    Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art)

Manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

1.   Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

2.   Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

3.   Georgy R Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melaalui kegiatan orang lain.

Manajemen sebagai suatu kolektivitas menusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Kolektivitas atau kumpulan orang-orang tersebut yang disebut sebagai manajemen, sedangkan orang yang mengawasi terlaksananya aktivitas menejeman disebut manajer.

Manajemen disebut sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art) karena keduanya tidak bias dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama dan telah diorganisasikan menjadi suatu toeri. Sedangkan manajemen sebagai seni karena menejemen memendang bahwa didalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerjasama dengan orang lain.

Jadi dari beberapa definisi manajemen diatas dapat disampaikan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetepakan terlebih dahulu.

II.                Fungsi-fungsi Manajemen

            Fungsi manajemen pada hakikatnya dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yang telah dikemukakan menurut beberapa para penulis, 10 fungsi tersebut yaitu:

1.      Forecasting (ramalan), yaitu kegiatan meramalakan, memproyeksikan terhadapan kemungkinan yang akan terjadi biala sesuatu dikerjakan.

2.      Planning (perencanaan), yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

3.      Organizing (organisasi), yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dan hal ini penetapan susunan oraganisasi, tugas dan fungsinya.

4.      Staffing or Assembling Resource (penyususnan personalia), yaitu penyusuanan personalia sejak dari pearikan tenaga kerja baru, latihan dan penegmbangan sampai dengan usaha agar setiap petugas member daya guna maksimal pada organisasi.

5.      Directing or Commanding (pengarahan atau mengkomando), yaitu usaha member bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan denagn baik dan benar sesuai denagn tujuan yang telah ditetapkan.

6.      Leading, yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai denagn tujuan yang telah ditetapkan.

7.      Coordinating (koordinasi), yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak menjadi kekecauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.

8.      Motivating (motivasi), yaitu pemberian semangat, inspirasi dan doronag kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.

9.      Controlling (pengawasan), yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujan.

10.  Reporting (pelaporan), yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

Bila dilihat dari proses pelaksanaan kegiatan manajemen kedalam perusahaan fungsi-fungsinya yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyususnan, pengarahan dan pengawsan.

III.             Pengertian Fungsi Sumber Daya Manusia

Ada berapa pengertian sumber daya manusia :

·         Sumber Daya Manusia (SDM) adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan)

·         Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.

·         Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi yang merupakan asset yang berfungsi sebagai modal (non material atau non financial) didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensinya organisasi.

Pengertian manajemen sumber daya manusia adalah penarikan selektif penegmbangan pemeliharaan dan penggunaan suber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.

Fungsi-fungsi sumber daya manusia (Cherrington ), terdiri dari:

a.       Staffing/Employment

Terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Dalam proses ini, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar.

b.      Performance Evaluation

Fungsi ini perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.

c.       Compesation

Dalam hal kompensasi dibutuhkan suatu kordinasi yang baik untuk keseimbangan pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja seperti gaji, bonus, insentif dan pembagian keuntungan yang dibagikan kepada karyawan

IV.             Variabel yang Mempengaruhi Keberhasilan Organisasi

                                    Keberhasilan suatu organisasi dapat disebabkan oleh berapa variabel, seperti yang dikemukakan oleh Richard M.Steer bahwa keberhasilan suatu organisasi dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung. Sedangkan menurut Weisbord ada brapa variabel keberhasilan suatu organisasi antara lain.

1.      Tujuan

2.       Struktur

3.      Sistem penghargaan

4.       mekanisme tata kerja

5.      Tata hubungan dan

6.      Kepemimpinan

Variabel yang mempengaruhi keberhasilan organisasi juga dikemukakan oleh Dydiet Hardjito (1997:65) yaitu meliputi :

1.      Struktur

2.      Tujuan

3.      Manusia

4.      Hukum

5.      Prosedur pengoperasian yang berlaku (Standard Operating Procedure)

6.      Teknologi

7.      Lingkungan

8.      Kompleksitas

9.      Spesialisasi

10.  Kewenangan

11.  Pembagian tugas.

11 variabel ini dapat digunakan untuk mempelancar suatu organisasi untuk mencapai tujuannya dan mempelancar terwujudnya keberhasilan organisasi.

V.                Sikap Kerja

Sikap (attitude) didefinisikan oleh Robbins (2007) sebagai pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa. Hal ini mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu. Sementara Kreitner dan Kinicki (2005) mendefinisikan sikap sebagai kecenderungan merespon sesuatu secara konsisten untuk mendukung atau tidak mendukung dengan memperhatikan objek tertentu.

            Sikap kerja yang harus dimiliki oleh setiap pekerja Dalam ilmu manajemen sumber daya manusia, sebagian besar penelitian difokuskan pada tiga sikap yaitu kepuasan kerja, komitmen organisasi dan keterlibatan kinerja.

1. Kepuasan Kerja

Istilah kepuasan kerja (job satisfaction) dapat diefinisikan sebagai suatu perasaan positif yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Definisi ini mengandung pengertian bahwa kepuasan kerja bukanlah suatu konsep tunggal, sebaliknya seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek lainnya.

2. Komitmen Organisasi

Sikap kerja kedua ini didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keangotaannya dalam organisasi. Komitmen organisasi ini dibagi kedalam 3 dimensi yaitu : komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen normal.

Komitmen afektif merupakan perasaan emosional untukorganisasi dan keyakinan dalam nilai-nilainya. Komitmen berkelanjutan adalah nilai ekonomi yang dirasakan dari bertahan dengan sebuah organisasi bila dibandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut. Sedangkan komitmen normatif adalah komitmen untuk bertahan dengan organisasi untuk alasan-asalan moral atau etis.

3   Keterlibatan Kinerja

Keterlibatan kinerja ini dapat timbul didalam diri pekerja karena keinginan dari pekerja akan kebutuhan tertentu, nilai atau karakteristik tertentu yang diperoleh dari pekerjaannya sehingga akan membuat pekerja tersebut lebih terlibat atau malah tidak terlibat pada pekerjaannya. Yang kedua keterlibatan kerja itu timbul sebagai respon terhadap suatu pekerjaan atau situasi tertentu dalam lingkungan kerja. Dengan lain kata suatu jenis pekerjaan atau situasi dalam lingkungan kerja akan mempengaruhi orang tersebut makin terlibat atau tidak dalam pekerjaannya.

VI.             Perilaku Karyawan

Dalam suatu organisasi terdapat 4 tipe karyawan masing-masing tipe ini menentukan prestasi, karena perilaku sangat berkaitan dengan produktivitas dan hasil kerja. Keempat tipe karyawan tersebut yaitu :

1.      Job Lover

Ciri-ciri dari perilaku karyawan seperti ini adalah tahu seluk beluk sejarah perkembangan perusahaan dengan baik tidak sungkan melewatkan makan siang atau waktu rehat dengan asik bekerja, punya banyak teman seprofesi di perusahaan lain, serta rela memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan menambah keahlian di bidangnya. Karyawan dengan tipe seperti ini sangat mencintai pekerjaannya, selalu menempatkan pekerjaan sebagai tantangan yang mengasyikan walaupun itu menyita banyak waktu.

Hebatnya, karyawan seperti ini jarang sekali mengeluh tentang pekerjaannya. Mereka cenderung perfeksionis karena belum merasa puas kalau pekerjaan mereka belum sempurna, dan akan terus berusaha hingga mereka anggap itu sempurna. Mereka juga tidak sungkan untuk menawarkan diri membantu karyawan yang lain.

2.      Job Doer

Ciri-ciri perilaku karyawan seperti ini yaitu bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan, suka atau tidak. Mengerjakan pekerjaan sampai tuntas dan selesai karena merasa itulah tugasnya sebagai karyawan. Namun, jika pekerjaan mereka telah selesai, mereka lebih memilih untuk bersenang-senang dibandingkan berurusan dengan pekerjaan, sampai diberi tugas selanjutnya. Karyawan dengan tipe seperti ini juga jarang terlihat mengeluh karena menurut mereka itu bukan porsinya. Bagi mereka, intinya jika tugas sudah diberikan, dikerjakan dengan baik, dan harus selesai dengan baik pula.

3.      Job Hater

Ciri-ciri karyawan sepertini yaitu diberi tugas A, mengeluh. Diberi tugas B, mengeluh. Sepertinya diberi tugas apapun akan dikerjakan dengan diwarnai keluhan ini dan itu. Rajin dalam urusan komplain dan mengkritik perusahaan atau tugasnya. Walapun mungkin mereka tidak menunjukkan secara langsung di depan atasan. Karena terkadang yang menjadi sasarannya adalah rekan kerja di samping kanan dan kirinya, serta si keyboard komputer. Hal ini bisa disebabkan karena pada dasarnya mereka kurang menyukai bidang pekerjaan mereka. Walapun pada akhirnya mereka menyelesaikan tugas yang diberikan hingga selesai.

4.      Job What

Ciri-cirinya ketika diberikan pekerjaan, yang terlintas di pikiran adalah “Apa yang harus saya lakukan?”. Jangankan untuk mengeluh, menentukan dari mana harus memulai pekerjaan saja bingung. Jangankan untuk mengerjakan hingga tuntas, pekerjaan yang diberikan mungkin tidak pernah mereka kenal sebelumnya.

Perilaku seperti ini bias disebabkan karena mereka terpaksa menerima pekerjaan karena ketika itu hanya bidang pekerjaan ini yang memberikan kesempatan.

VII.          Semangat Kerja

Semangat itu sendiri adalah suatu dorongan yang dapat timbul dari dalam diri sendiri maupun diberikan oleh orang lain. Jadi semangat kerja adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang dapat menyebabkan orang tersebut memiliki rasa semangat untuk bekerja. Biasanya rasa semngat kerja itu pun dapat berpengaruh dari keadaan yang terjadi disekitar diri kita.

Referensi :

1. Pengantar manajemen umum, universitas gunadarma

2.http://www.propotenzia.com/2011/03/manajemen-sumber-daya-manusia-definisi-dan-fungsi-bag-1/

3.http://teorionline.wordpress.com/2011/02/28/perbedaan-individu-sikap-bagian-1/

4.http://2frameit.blogspot.com/2011/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

5.http://female.kompas.com/read/2012/05/09/09145867/4.Tipe.Perilaku.Pekerja

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: