Redupnya Sinar Lentaraku

Published 18 Oktober 2011 by DindaAdzaniah

Cinta memang buta bagi ku, memang saat ini hati mu bukan untuk ku, takdir memang berbeda dengan apa yang ku impikan.

Lentera pun memang sudah tak dapat bersinar kembali, tapi aku akan tetap menunggu sampai lentera itu bersinar kembali, karena kamu tak pernah merasakan betapa hangatnya cahaya lentera mu.

Aku tak bermaksud membebani mu denagn penantian ku pada cinta mu, biarlah cinta ini tetap bersemi untuk mu.

Telah ku coba berpaling untuk menciptakan kebahagiaan ku sendiri, tapi selalu ku terjatuh dan terhenti mengingat besarnya cinta ini pada mu.

Asal kau tau . . .!!!

Rasa ini abdi untuk mu, walau mereka dapat membahagiakan aku, walau mereka mencoab singgah tapi aku tetap padamu, abadi selamanya. Aku takkan menyerah walau mereka melarang ku tuk bersama mu. Walau mereka menganggap mu tak pantas untuk ku, tapi aku tetap mencintaimu, walau kau telah memilihnya, walau takdir tak berpihak pada ku, walau bencana menghancurkan hati ku, aku tetap menyayangi mu.

Sungguh aku takkan pernah bahagia dalam hidup ku bila kau salah memilih, karena suatu saat kau akan dibuang, dihina, tersakiti dan tehianati olehnya, tapi aku akan selalu disini menunggu mu kembali hingga kau sadar setianya aku, sabarnya aku, yang menunggu dan terus menunggu, hari ini, esok, dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: