Riwayat Bank di Indonesia

Published 5 Mei 2013 by DindaAdzaniah

Riwayat Bank-bank Milik Negara

 

  1. Bank Indonesia (BI)

Berdasarkan U.U. No. 24 Tahun 1951, De Javasche Bank dinasionalkan. Selanjutnya dikeluarkan U.U. No. 11 Tahun 1953 untuk mencabut Javasche Bank Wet 1922. Setelah itu, Javasche Bank diganti denagn mendirikan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral.

Masa berikutnya, berdasarkan Penetapan Presiden Republik Indonesia No.17 Tahun 1965, Bank Indonesia Bank lainnya, yaitu Bank Koperasi Tani dan Nelayan, Bank Negara Indonesia, Bank Umum Negara dan Bank Tabungan Negara dilebur menjadi Bank Tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia.

Berdasarkan Surat Keputusan Bank Sentral No.KEP.65/UBS/65, bank-bank tersebut diatas menjalankan usahanya, denagn masing-masing diberi nama BNI Unit I, BNI Unit II, BNI Unit III, BNI Unit IV, BNI Unit V. Khusus Bnak Negara Indonesia Unit I berfungsi sebagai bank sirklus, bnak umum dan bank sentral.

Berdasarkan U.U. No.13 Tahun 1968 ini, BNI Unit I dipisahkan kembali dari Bank Tunggal dan didirikan Bank Sentral dengan nama Bnak Indonesia. Bank-bank lainnya juga dipisahkan kembali dan kemudian didirikan bank-bank Negara/pemerintah dengan undang-undang tersendiri.

  1. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII)

Pada tahun1934 di Batavia  (sekarang Jakarta) didirikan sebuah bank yang diberinama Algemen Volkscredietbank, kemudian pada zaman pendudukan Jepang namanya diganti dengan nama Symon Ginho. Selanjutnya setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, diubah menjadi Bnak Rakyat Indonesia dengan Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 1946. Dengan demikian, BRI merupakan bank milik pemerintah pertama ynag didirikan setelah kemerdekaan.

Perkembangan selanjutnya, BRI pernah dilebur bersama-sama Bank Tani dan Nelayan menjadi “Bank Koprasi Tani dan Nelayan”, berdasarkan U.U No.42 Prp Tahun 1960 dan U.U No.43 Prp Tahun 1960. Berkutnya, Nederlandsche Handels Maatschappij dinasionalisasikan dan dilebur pula kedalam Bank Koprasi Tani dan Nelayan. Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden No.9 Tahun 1965 Bank Koprasi Tani dan Nelayan (eks BRI dan Bank Tani dan Nelayan) dilebur kedalam Bank Indonesia, menjadi Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan.

Pada tahun 1965, berdasarkan Penetapan Presiden No.17 Tahun 1965 Bank Indonesia Koprasi, Tani dan elayan ini dilebur kedalam Bank Tunggal Negara  Indonesia (eks BRI dan Bank Tani dan Nelayan) dilebur kedalam Bank Tunggal Indonesia dengan nama “BNI Unit II Bidang Rural, sedangkan eks Nederlandsche Handels Maatschappij dengan nama “BNI Unit II Bidang Ekspor Impor”

Akhirnya berdasarkan U.U No.14 Tahun 1967 dan U.U No. 13 Tahun 1968, BNI Unit II Bidang Rural dan Eksim dipisahkan menjadi bank milik Negara, yaitu :

1)       Dengan U.U No. 21 Tahun 1968 didirikan Bank Rakyat Indonesia sebagai BNI Unit II Bidang Rural

2)       Dengan U.U. No.22 tahun 1968 didirikan Bnak Ekspor Impor Indonesia (BEII) sebagai pengganti BNI Unit II Bidang Ekspor Impor

  1. Bank Negara Indonesia (BNI)

Bank Negara Indonesia sekarang disebut “Bank BNI”. Bank Negara Indonesia dahulu didirikan dengan U.U. No.2 Prp Tahun 1946 Jo U.U No Drt Tahun 1955. Kemudian pada tahun 1946, dengan U.U No.2 Tahun 1946 bank tersebut dilahirkan dengan tujuan untuk difungsikan sebagai bnak sentral dan sirkulasi. Selanjutnya denagn U.U No.2 Drt Tahun 1955 bank tersebut kemudian ditetapkan sebagi bank umum.

Pada tahun 1965, denagn Penetapkan Presiden No.17 Tahun 1965, BNI dilebur ke dalam Bank Tunggal Negara Indonesia dan disebut sebagai BNI Unit III.

Akhirnya dengan didasarkan pada U.U. No.14 Tahun 1967 dan U.U No.13 Tahun 1968, BNI Unit III dipisahkan kembali dari Bnak Tunggal Negara Indonesia. Bank tersebut diubah dan didirikan kembali dengan U.U. No.17 Tahun 1968 dengan nama Bank Negara Indonesia 1946 (BNI 46), yang sekarang berganti nama menjadi “Bank BNI”.

  1. Bank Dagang Negara (BDN)

Escomptobank yang didirikan pada tahun 1857 dinasionalisasikan menjadi bank milik pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 1960 dengan nama Bank Dagang Negara.

Selanjutnya, berdasarkan Penetapan Presiden Tahun 1965 ditetapkan bahwa Bank Dagang Negara perlu dilangsungkan sesuai Undang-undang pendiriannya dan dalam struktur organisasi serta kegiatan sebagai sediakala dengan ketentuan agar sellau menyerasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat moneter teknis dengan Bank Negara Indonesia.

U.U. No.13 tahun 1960 dan Penetapan Presiden No.21 Tahun 1968 dicabut berdasarkan ketentuan U.U No.18 Tahun 1968, dan undang-undang tersebut merupakan landasan berdirinya Bank Dagang Negara (BDN).

E. Bank Bumi Daya (BBD)

                             Nederland-Indische Handelsbank yang didirikan tahun 1863, berubah nama menjadi Nationale Handelsbank dan pada tahun 1959 dinasionalisasikan berdsarkan Peraturan Pemerintah No.39 Tahun 1959 dan dengan U.U No.1 tahun 1959 dibentuk menjadi Bank Umum Negara. Bank Umum Negara ini pada tahun 1965 dilebur kedalam Bank Tunggal Negara Indonesia berdasarkan Penetapan Presiden No.17 Tahun 1965 dengan diberi nama BNI Unit IV.

                             Akhirnya dengan berdasarkan pada U.U No.14 Tahun 1967 dan U.U. No.13 Tahun 1968, BNI Unit IV dipisahkan kembali dari Bank Tunggal Negara Indonesia, dan berdasarkan U.U No.19 Tahun 1968 didirikan bank umum milik Negara yang diberi nama Bank Bumi Daya (BBD).

  1. Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO)

            Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia) didirikan dengan U.U No.21 Tahun 1960. Bank Pembangunan Indonesia ini berasal dari bank Industry Niaga yang didirikan pada tanggal 4 April 1951 dan disahkan menjadi badan hokum dengan U.U N0.5 Drt Tahun 1962.

            Bank pembangunan milik pemerintah daerah pendiriannya dilakukan dimasing-masing Daerah Tk.I berdasarkan U.U No.13 tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah.

  1. Bank Tabungan Negara (BTN)

            Bank tabungan milik Negara yang sekarang adalah Bank tabungan Negara yang didirikan dengan U.U. No.21 tahun 1968. Bank ini berasal dari Post Paarbank yang didirikan berdasarkan Postpaarbank Ordonaatie (Staatsblad 1934 No.653), yang berdasarkan UU. No.9 Drt Tahun 1950 namanya diganti menjadi Bank tabungan Pos. selanjutnya dengan U.U. No.4 Prp Tahun 1963 nama Bank Tabungan Pos diganti menjadi Bank Tabungan Negara. Kemudian untuk lebih sesuai dengan keadaan, berdsarkan U.U. No.2 Tahun 1964 dasar hokum pendirian Bank Tabungan Negara diperbaharui.

            Tahun 1965, berdasarkan Penetapan Presiden No.17 Tahun 1965 Bank Tabungan Negara dilebur ke dalam Bank Tunggal Negara Indonesia dan diberi nama BNI Unit V.

            Akhirnya berdasarkan U.U No.14 Tahun 1967 dan U.U No.13 Tahun 1968 BNI Unit V dipisahkan kembali dari Bank Tunggal Negara Indonesia dan dengan U.U No.20 Tahun 1968, sebagaimana telah disebutkan diatas, didirikan bank tabungan milik Negara dengan nama Bank Tabungan Negara (BTN).

 

            Selanjutnya setelah berlakunya undang-undang No.7 Tahun 1992 tentang perbankan, bank-bank milik Negara tersebut diharuskan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sekarang semua bank milik Negara dengan peraturan pemerintah telah disesuaikan menjadi perseroan dan bergerak sebagai bank umum.

 

 

Referensi : Buku “Dasar-dasar Perbankan SMK” Kelompok Bisnis dan Manajemen  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: