Peluang dan Kesempatan Pemasaran

Published 5 Juni 2013 by DindaAdzaniah

Peluang dan Kesempatan Pemasaran

I.           Identifikasi Kesempatan Pemasaran

Identifikasi kesempatan pemasaran dirasakan perlu bagi suatu perusahaan karena hal itu berkaitan dengan pertumbuhan dan profabilitas. Kesempatan pemasaran dapat diidentifikasi atas dasar berapa factor sebagai berikut :

·         Identifikasi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi

·         Identifikasi pasar baru dari perubahan social dan demografi

·         Menentukan penggunaan baru atas produk

·         Meningkatkan produk perussahaam yang sudah ada

·         Mengembangkan teknologi baru atau memperbaiki yang sudah ada

·         Mengamati arah perkembangan kompetisi

Secara umum factor identifikasi kesempatan pemasaran pada akhirnya akan bertumbuh pada tiga hal : konsumen, lingkungan konsumen dan sumber daya.

Proses identifikasi kesempatan pemasaran dimulai dari pemahaman terhadap arah perkembangan yang akan dituju oleh perusahaan. Tanpa adanya kejelasan arah, seorang menejer tidak dapat melakukan identifikasi kesempatan pemasaran dengan benar karena akan sulit untuk mnentukan sikap dan mengambil keputusan-keputusan pemasaran.

Langkah kedua dalam identifikasi kesempatan pemasaran adalah menentukan pasar yang akan dilayani oleh perusahaan. Dalam proses ini perusahaan secara simultan juga harus melakukan kegiatan komprehensif yang mencakup prilaku konsumen, lingkungan pemasaran dan sumberdaya internal yang dimiliki.

II.         Riset dan Intelejen Pasar

Riset pasar sebagai perancangan, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data sistematis serta temuan yang relevan terhadap situasi pasar. Tugas periset pasar adalah membuat pandangan tentang sikap dan perilaku pembelian pelanggan

Riset pasar dapat dilakukan melalui berapa langkah yaitu :

1.      Mendefinisikan Masalah, Alternatif Keputusan, dan Tujuan Riset

Manajer pemasaran harus berhati-hati untuk tidak mendefinisikan masalah terlalu luas atau terlalu sempit untuk periset pemasaran.                                            

                   2.  Mengembangkan Rencana Riset

Untuk merancang rencana riset, kita harus mengambil keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrumen riset, rencana pengambilan sampel, dan metode kontak.

             3.  Mengumpulkan Informasi

Fase pengumpulan data riset pemasaran biasanya adalah fase termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan.

              4. Menganalisis Informasi

Menyimpulkan temuan dengan mentabulasikan data dan mengembangkan distribusi frekuensi.

              5. Mempresentasikan Temuan

Periset mempresentasikan temuan yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen. Periset semakin dituntut untuk memainkan peran konsultan yang lebih proaktif dalam menerjemahkan data dan informasi menjadi pandangan dan rekomendasi.

               6. Mengambil Keputusan

Manajer yang memerintahkan dilakukannya riset harus mempertimbangkan bukti. Jika kepercayaan mereka terhadap temuan rendah, mereka mungkin memutuskan untuk menolak. Jika mereka telah terpengaruh untuk meluncurkan, temuan itu akan mendorong preferensi mereka. Bahkan, mereka dapat memutuskan untuk mempelajari masalah ini lebih lanjut dan melakukan lebih banyak riset.

Intelijen pasar adalah langkah kunci dalam pembuatan strategi ekspor. Melakukan intelijen pasar adalah lebih dari sekedar mengumpulkan statistik dan informasi. Tidak ada penelitian dapat berlaku sampai dianalisis dan diubah menjadi wawasan yang relevan untuk membantu manajer membuat keputusan berdasarkan fakta. Analisis itu, bersama dengan intuisi manajer akan menciptakan dasar dari strategi masuk pasar ekspor dan perencanaan lebih lanjut.

Istilah Intelijen Pasar mungkin memebuat kita membayangkan bahwa perusahaan yang satu memata-matai perusahaan yang lain. Pekerjaan tersamar ini berlangsung dalam dunia bisnis yang kompetitif, tetapi sedikit kejadian yang telah dipublikasikan. Persahan enggan untuk melaporkan pencurian informasi berharga karena takut merusak citra perusahaannyajuga. Pelanggaran seperti ini sulit untuk dituntut oleh yang berwajiban. Intelijen pasar (market intelligence) mengacu pada berbagai kegiatan yang etis yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tentang pesaing.

III.             Meramalkan dan Mengukur Permintaan

Setelah melakukan riset pasar perusahaan harus mengukur dan memperkirakan ukuran, pertumbuhan, dan potensi laba dari masing-masing peluang pasar. Peramalan permintaan digunakan oleh departemen keuangan untuk meningkatkan kas yang dibutuhkan untuk investasi dan operasi; oleh departemen manufaktur untuk menentukan kapasitas dan tingkat hasil; oleh departemen pembelian untuk mendapatkan jumlah persediaan yang benar; dan oleh departemen sumber daya manusia untuk mempekerjakan jumlah pekerja yang diperlukan; dan departemen pemasaran bertanggung jawab untuk menyiapkan peramalan penjualan.

Manajer pemasaran harus mempunyai ramalan permintaan dimaksud untuk

·           Menentukan kuota

·           Dipakai sebaai pedoman didalam pengembangan produk

·           Merencanakan promosi

·           Mengalokasian tenaga kerja

Ramalan  permintaan ini digunakan oleh beberapa bagaian dalam perusahaan dan sangat membantu terhadap persiapan mereka. Ramalan permintaaan ini dibuat untuk suatu jangka waktu tertentu. Biasanya, ketepatan ramalan akan semakin berkurang apabila periode waktu ramalannya semakin panjang.

Metode-metode peramalan permintaan yaitu :

1.         Pendapatan Manager

Pendapatan meneger ini merupakan salah satu teknik peramalan yang banyak dipakai oleh perusahaan. Teknik ini melibatkan pengumpulan pendapat dari sekelompok manager yang sudah berpengalaman mereka lebih mengutamakan seni menksirnya daripada analisa data secara statistic, metode ini bersiofat subjektif.

2.            Pendapatan Salesman

Metode ini berbeda dengan pendapatan manager. Disini, seorang salesman dapat meramalkan volume penjualan untuk pembelia-pembeli yang berada didaerah operasinya.

Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang industri karena jumlah pembelinya lebih terbatas selain itu salesman memiliki posisi yang baik untuk mengetahui keinginan pembeli.

3.            Survey Niat Pembeli

Metode ini dilakukan dengan melakukan wawncara sejumlah pembeli untuk mendapatkan informasi tentang jumlah dan jenis produk yang diharapkan akan mereka beli dimasa yang akan dating. Disini dibuat suatu estimasi tentang permintaan suatu produk secara keseluruhan sedangkan ramalan permintaan perusahaan dapa ditentukan menurut presentase (besarnya market share) dari permintaaan total tersebut.

Pelaksanaan survey niat pembeli ini memerlukan waktu yang lama dan biaya mahal. Selain itu juga belum tentu orang-orang yang diwawancarai tersebutbenar-benar membeli produk yang ditawarkan.

4.            Model Mathematis

Model mathematis ini tidak begitu banyak digunakan karena disamping mahal, juga sangat kompleks. Model peramalan ini biasanya menggunakan kombinasi diberapa variable dalam bentuk persamaan sehingga sering diperlukan computer dan tenaga-tenaga yang ahli. Namun ada keuntungannya tidak diperlukan waktu yang lama (karena menggunakan computer) dan hasil lebih akurat.

5.            Analisis Time Series

Analisis Time Series ini dapat digunakan untuk membuat suatu ramalan  dari masa mendatang dengan mendasarkan pada penjualan yang lampau. Salah satu matode paling sederhana pada anaisis time series adalah moving average (rata-rata bergerang). Dalam moving average ini analisis menghitung volume rata-rata yang dicapai daam beberapa periode sekarang dan memudahkan untuk membuat ramalan periode mendatang. Moving average ini dapat menunjukan ramalan yang baik jika penjualan stabil.

6.            Metode Regresi

Ramalan permintaan sering dibuat dengan menggunakan persamaan-persamaan yang memperlihatkan bagaimana permintaan itu dikaitkan dengan factor-faktor penentuannya. Hubungan tersebut dapat dijumpai dalam penggunaan analisis satistik yang disebut Analisis Regresi. Salah satu kebaikannya adalah mempunyai kemampuan untuk mengasimilasi sejumlah besar data.

VI.               Menentukan Luas Pasar yang Dikelolah

Menentukan luas pasar ini perlu dilakukan lebih dulu karena banyak perusahaan yang memulai usahanya mengetahui adanya kesempatan yang sangat baik untuk mencapai satu tujuan. Menentukan luas pasar yang dikelolah bias dilihat dengan kesempatan lingkungan dan kesempata perusahaan.

1.      Kesempatan Lingkungan

                Kesempatan lingkungan ini akan muncul dalam setiap perekonomian bila masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi. Kesempatan ini dianggap sangat baik untuk menguntungkan jika peusahaan bias mengisi kebutuhan yang belum terpenuhi tesebut.

2.      Kesempatan Perusahaaan

                Kesempatan perusahaan merupakan kesempatan yang dapat dinikmati oleh suatu perusahaan jika ia memiliki keungglan-keunggulan dari para pesaingnya. Keunggulannya antara lain :

·         Dapat menekan biaya lebih rendah

·         Dapat menentukan harga lebih rendah

·         Mampu menggunakan berapa alternative saluran distribusi

·         Mampu melakukan usaha promosi yang lebih aktif

Jadi kesempatan perusahan ini muncul dalam suatu kondisi pesaingan. Tetapi kesempatan perusahaan ini tidak dapatdipisahkan dari kesempatan lingkungan untuk mencapai sukses bagi perusahaan.

Referensi :

  1. http://www.scribd.com/doc/60396606/BAB-II-Identifikasi-Kesempatan-Pemasaran
  2. http://lhorief.blogspot.com/2010/06/melaksanakan-riset-pemasaran-dan.html

3.      Sistem Informasi Manajemen, Raymond McLeod, Jr, PT PRENHALLINDO, Jakarta

4.      Manajemen Pemasaran Moderen, Drs Basu Swastha, M.B.A dan Drs. Irawan, M.B.A, LIBERTY, Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: