Pendapatan Nasional

Published 5 Juni 2013 by DindaAdzaniah

Pendapatan Nasional

                               I.  Konsep-konsep Pendapatan Nasional

            Pendapatan nasional di negara-negara Asia Tenggara mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal tahun 1990an.”Produk Domestik Bruto Indonesia pada tahun 2003 mengalami pertahanan sebanyak 4,1 persen”. “Dalam tahun 2003 produk Nasional Bruto Indonesia mengalami pertambahan lebih lambat dari yang dicapai Thailan”. Istilah “Pendapatan Nasional”, “Produk Domestik Bruto” dan “Produk Nasional Bruto” yang digunakan dalam pernyataan-pernyataan tersebut. Contoh ini menunjukan bawah :

(i)       Terdapat beberapa konsep yang berkaitan dengan pendapatan nasional.

(ii)     Arti setiap konsep tersebut perlu benar-benar dipahami agar tidak timbul kesalahan dalam menafsirkan maksud pernyataan-pernyataan tersebut.

Produk Domestik Bruto (PDB)

            Konsep Produk Domestik Bruto adalah konsep yang paling penting kalau dibanding dengan konsep pendapatan nasional lainnya. Produk Domestik Bruto dapatlah diartikan sebagai nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan didalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu.

            Contohnya Perusahaan Multinasional beroprasi diberbagai negara dan membantu menaikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut. Perusahaan multinasional tersebut menyediakan modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara dimana perusahaan itu beroperasi.

Operasinya membantu menambah barang dan jasa yang diproduksi didalam negara, menambah penggunaan tenaga kerja dan pendapatan dan sering kali juga membantu menambah ekspor.

            Dengan demikian, Produk Domistik Bruto atau dalam istilah Inggrisnya Gross Domestic Product (GDP), adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara-negara tersebut dan negara asing.

Produk Nasional Bruto (PNB)

            Produk Nasional Bruto atau dalam bahasa Inggris dinamakan Gross National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda. Dalam menghitung Pendapatan Nasional Bruto, nilai barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.

            Ini berarti secara konsepsul, keuntungan perusahaan multinasional Jepang yang beroperasidi Indonesia tidak termasuk dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Tetapi sebaliknya pendapatan pekerja-pekerja Indonesia  yang bekerja diluar negeri termasuk dalam Produk Nasional Bruto Indonesia.

            Dengan memperhatikan perbedaan diatara PDB dan PNB dapatlah dirumuskan sifat hubungan di antara Produk Domestik Bruto dan Produk Nasional Bruto, yaitu seperti dinnyatakan oleh persamaan dibawah ini.

                                    PDB = PNB – PFN dari LN

                        Dimana PFN dari LN adalah pendapatan faktor neto dari luar negeri. PFN dari LN adalah pendapatan faktor-faktor produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan pendapatan faktor-faktor produksi yang dibayarkan keluar negeri.

Dua Pengertian Pendapatan Nasional

            “National Income” dan biasanya istilah itu dimaksud untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Pengertian lain dari Pendapatan Nasinonal adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Dalam sistim perhitungan pendapatan nasional, jumlah pendapatan itu dinamakan Produk Nasional Neto pada harga fakotr atau secara ringkas : Pendapatan Nasional.

Pendapatan Nasional Harga Berlaku dan Harga Tetap

            Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu negara dalam suatu tahun dan nilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut. Cara ini adalah cara yang selalu dilakukan dalam penghitungan  pedapatan nasional dari suatu periode ke periode lainnya. Dengan cara ini menunjukan kecenderungan nilai yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Pertambahan nilai tersebut disebabkan oleh dua faktor :

                                i.            Pertambahan fiscal barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian, dan

                              ii.            Kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu periode ke periode lainnya.

Pendapatan nasional pada harga tetap yaitu harga yang berlaku pada satu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilakan pada tahun-tahun yang lain. Nilai pendapatan nasional yang didapat dalam penghitungan secara ini dinamakan pendapatan nasional pada harga tetap atau pendapatan nasional riil.

Pendapatan Nasional Harga Pasar dan Harga Faktor

Barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan dalam perekonomian dapat dinilai dengan dua cara, dengan menggunakan harga pasar dan dengan menggunakan harga factor. Sesuatu barang dikatakan dinilai menurut harga pasar apabila penghitungan nilai barang itu menggunakan harga yang dibayar oleh pembeli.

                         Apabila pendapatan nasional ingin dihitung menurut harga faktor, sumbangan kepada pendapatan nasional tergantung kepada jumlah pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut. Hubungan diantara harga pasar dan harga faktor dapat dinyatakan secara persamaan dibawah ini :

                                    Harga pasar = Harga factor + Pajak tak langsung – Subsidi

Pendapatan Nasional Bruto dan Neto

                        Dalam setiap harga pasar sesuatu barang termasuk nilai penyusutan (depresiasi). Industri-industri akan menggunakan barang-barang modal (mesin, peralatan produksi, bangunan dan peralatan kantor) untuk menghasilkan barang-barang mereka. Nilai barang-barang modal tersebut akan semakin susut dari satu periode ke periode lainnya. Kesusutan nilai tersebut merupakan bagian dari biaya produksi, dan oleh sebab itu dalam setiap harga penjualan suatu barang termasuk nilai depresiasi barang modal.

                        Pendapatan nasional yang masih meliputi depresias dinamakan Produk Nasional Bruto. Untuk memperoleh Produk Nasional Bruto, nilai depresi harus dikurangi dari Produk Nasional Bruto. Dengan demikian Produk Nasional Neto adalah Produk Nasional Bruto kurang Depresi.

                            II.            Perhitungan Pendapatan Nasional

Mengenai Produk Nasional Bruto, Produk Domestik Bruto dan komponen-komponen lain dari konsep produksi nasional atau pendapatan nasional tersebut.

Salah satu informasi penting yang dikumpulkan adalah data mengenai pendapatan nasionalnya, yaitu nilai barang dan jasa yang diwujudkan pada suatu tahun tertentu.

 Untuk menghitung nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diciptakan oleh sesuatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan yaitu :

                                i.            Cara pengeluaran, dengan cara ini pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran/pembelanjaan ke atas barang-barang dan jasa yang di produksikan di dalam Negara tersebut.

                              ii.            Cara produksi atau cara produk neto, dengan cara ini pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian.

                            iii.            Cara pendapatan, dalam perhitungan ini pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan pendapatan nasional.

Untuk melengkapi uraian mengenai perhitungan pendapatan nasional, akan diterangkan (i) cara untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi (ii) tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode 1986-2003, dan (iii) masalah perhitungan dan kegunaan data pendapatan nasional.

Penghitungan I : Cara Pengeluaran

Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran atau pembelanjaan adalah cara yang paling penting. Hal ini disebabkan karena cara tersebut dapat memberikan keterangan-keterangan yang sangat berguna mengenai tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai.

Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberi gambaran tentang (a) sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati, dan (b) meberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis makroekonomi.

 Langkah-langkah dalam mengnai masalah-masalah ekonomi yang dihadapi :

                                                        i.            Komponen Pengeluaran Agregat Dalam Perekonomian

4 komponen, yaitu : konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pembentukan modal sektor usaha (investasi) dan ekspor neto (ekspor dikurangi inpor).

1)      Konsumsi rumah tangga

Nilai pembelanjaan yang dilakukan rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah tangga atau dalam analisis makroekonomi lebih lazim disebut dengan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi yaitu membeli barang dan jasa untuk memuaskan keinginan memiliki dan menggunakan barang tersebut. Tapi tidak semua transaksi yang dilakukan oleh rumah tangga digolongakn sebagai konsumsi (rumah tangga) tapi ada juga yang di golongkan sebagai investasi seperti membeli rumah.

2)      Pengeluaran pemerintah

Berbeda dengan rumah tangga, yang membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya, pemerintah membeli barang terutama untuk keperluan masyarakat.

Pembelian pemerintah atas barang dan jasa dapat digolongkan dalam dua golongan yang pertama (konsumsi pemerintah) adalah pembelian atas barang dan jasa yang akan dikonsumsiakan, seperti membayar gaji guru sekolah, membeli alat-alat tulis dan kertas untuk digunakan dan memberi bensin untuk kendaraan pemerintah. Sedangak (investasi pemerintah) meliputi pengeluaran untuk membangun prasarana seperti jalan, sekolah, rumah sakit dan irigasi.

3)      Pembentukan modal tetap sector swasta

Pembentukan modal tetap sector swasta atau lebih sering dinyatakan sebagai investasi, pada hakiaktnya berarti pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikan produksi barang dan jasa di masa akan datang. Membangun gedung perkantoran, mendirikan bangunan industri, membeli alat-alat produksi adalah beberapa bentuk pengeluaran yang tergolong sebagai investasi. Pengeluaran utuk investasi ini silakukan bukan untuk dikonsumsi, tetapi untuk digunakan dalam kegiatan memproduksi di waktu akan datang.

4)      Ekspor neto (ekspor dikurangi inpor)

Ekspor merupakan barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri yang di jual secara luas di luar negeri, dan impor merupakan barang dan jasa yang diproduksi di luar negeri yang di jual di dalam negeri.

Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional tergantung kepada ekspor neto. Ekspor neto suatu negara merupakan nilai ekspor negara tersebut dikurangi nilai impornya. Ekspor neto memperlihatkan apaka sebuah negara, secar keseluruhan, merupakan penjual atau pembeli dalam pasar dunia, ekspor neto disebut juga neraca perdagangan (trade balance). 

Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor  neto dari sebuah Negara meliputi :

• Selera konsumen untuk barang-barang produksi dalam dan luar negeri

• Harga barang-barang di dalam dan luar negeri

• Nilai tukar (kurs) yang menentukan jumlah mata uang domestik yang diperlukan untuk membeli sejumlah mata uang asing

• Pendapatan konsumen di dalam dan luar negeri

• Biaya membawa barang dari suatu negara ke negara lain

• Kebijakan pemerintah terhadap perdagangan internasional

                                                      ii.            Masalah perhitunagn dua kali

Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pembelanjaan dari berbagai golongan masyarakat atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang yang akan diproses lagi, nilainya tidak turut ditambahkan dalam perhitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran adalah untuk menghindari perhitunagn dua kali.

Barang-barang yang diproduksikan dalam perekonomian perlu dibedakan dalam dua jenis barang-barang jadi dan barang-barang stengah jadi. Barang jadi adalah barang yang tidak mengalami proses produksi lebih lanjut dan dapat langsung diguanakn untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan barang setengah jadi adalah barang yang harus mengalami proses produksi lebih lanjut sebelum ia dapat digunakan oleh masyarakat.

                                                    iii.            Nilai barang jadi dan nilai tambah

Dalam menghitung nilai pendapatan nasional menurut cara pengeluaran adalah penting untuk membedakan dengan sebaik-baiknya diantara barang-barang jadi dan barang-barang setengah jadi.

Untuk menghindari hal seperti ini, yang harus dijumlahkan di dalam menghintung pendapatan nasional adalah : (i) nilai barang-barang jadi saja atau (ii) nilai-nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi. Perhitunagn pendapatan nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan niali barang-barang jadi yang dihasilakn dalam perekonomian.

Penghitungan II : Cara Produk Neto

Produk neto (net output) berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi. Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini adalah carang menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan berbagai lapangan usaha dalam perekonomian. Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan nasional mempunyai dua tujuan penting :

1.      Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektor ekonomi didalam mewujudkan pendapatan nasional.

2.      Sebagai salah satu cara untuk menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi neto yang di wujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

Untuk menghitung menggunakan cara produk neto terlebih dahulu kita harus menghitung yang namanya nilai tambah. Nilai tambah itu penjumlahan dari berbagai sektor yang membuat suatu produk yang sama sampai produk itu ke tangan konsemen. Setelah iu baru dapat menghitung pendapatan nasional dengan cara produk neto dan hasilnya dinamakan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha.

Dalam penghitunag menurut cara produk neto, sektor-sektor ekonomi yang mewujudkan pendapatan nasional dibedakan kepada sektor-sektor berikut :

(a)    Pertanian, kehutanan dan perikanan

(b)   Pertambangan

(c)    Industri pengolahan

(d)   Pembangunan (konstruksi)

(e)    Listrik, gas dan air

(f)    Pengangkutan

(g)   Perdagangan

(h)   Keuangan dan real estate

(i)     Jasa pemerintah, dan

(j)     Jasa lainnya

Penghitungan III : Cara Pendapatan

Dalam cara pendapatan faktor-faktor roduksi di bedakan menjadi 4 golongan : tanah, tenaga kerja, modal dan keahlian keusahawan. Apabila faktor-faktor produksi ini digunakan untuk mewujudkan barang dan jasa akan diperoleh berbagai jenis pendapatan, yaitu tanah dan harta tetap lainnya memperoleh sewa, tenaga kerja memperoleh gaji dan upah, modal memperoleh bunga dan keahlian keusahawan memperoleh keuntungan.

Dengan menjumlahkan pendapatan-pendapatan tersebut akan diperoleh suatu nilai pendapatan nasional lain, yang berbeda dengan yang diperoleh dalam perhitungan pendapatan nasional dengn kedua cara lainnya. Pendapatan nasional itu dinamakan Produk Neto menurut Harga Faktor.

         Penggolongan Pendapatan Faktor Produksi

Dalam perhitungan pendapatan nasional yang sebenernaya, penggolongan pendapatan faktor-faktor produksi tidak selalu mengikuti penggolongan pendapatan faktor-fator produksi. Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terdapat banyak kegiatan dimana pendapatnnya merupakan gabunagn dari gaji atau upah, sewa, bunga, dan keuntungan.

         Contoh Penghitungan

Salah satu Negara yang menggunakan cara penggolongan data Pendapatan Nasional adalah Amerika Serikat. Data yag diberikan menunjukan bahwa Pendapatan Nasional Amerika Serikat pada tahun tersebut adalah US$ 6.650 miliyar. Nilai ini adalah lebih rendah dari Produk Domestik Bruto Amerika Serikat pada tahun yang sama, yaitu sebesar US$ 8.084. Hal tersebut disebabkan karena depresiasi, pajak tidak langsung, dan pendapatan neto faktor dari luar tidak termaksud lagi dalam nilai tersebut.

Dalam penghitungan Pendapatan Nasional, salah satu istilah yang perlu diterangkan secara lebih mendalam adalah Bunga Neto. Bunga Neto adalah jumlah bunga yang dibayar dalam perekonomian satu tahun tertentu dikurangi dengan : (i) bunga ke atas pinjaman pemerintah, dan (ii) bunga ke atas pinjaman konsumen. Kedua jenis bunga tersebut adalah bunga ke atas pinjaman yang digunakan bukan untuk membiayai kegiatan yang produktif, dan oleh sebab itu tidak termaksud dalam Pendapatan Nasional (yang meliputi pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa dalam perekonomian).

·         Hubungan diantara GNP dan NI

Dalam penghitungkan cara pengeluaran nilai pendapatan nasionalyang diperoleh adalah Produk Nasional atau GNP, sedangkan penghitungan cara pendapatan menghasilkan Pendapatan Nasional (Nasional Income) atau NI.

Pendapatan Pribadai dan Pendapatan Disponsibel

Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disponsibel adalah kedua istilah yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional tapi mempengaruhi hasil pendapatan nasional.

·         Pendapaatan pribadi

Pendapatan Pribadi dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun, yang diterima oleh penduduk sesuatu negara. Dari arti istilah pendapatan ini dapatlah disimpulkan bahwa dalam pendapatan pribadi telah termasuk juga pembayaran pindahan.

·         Jenis-jenis Pembayaran Pindahan

Pengeluaran pemerintah yang dapat digolongkan sebagai pembayaran pindahan antara lain adalah bantuan-bantuan yang diberikan kepada para pengangguran, uang pension yang dibayarkan kepada pegawai pemerintah yang tidak bekerja lagi, bantuan-bantuan kepada orang cacat, bantuan kepada veteran, dan berbagai beasiswa yang diberikan pemerintah.

Didalam penghitunagan pendapatan nasioanal terdapat pula satu bentuk lain dari pembayaran pidahan, dan ia lebih lazim disebut dengan istilah : subsidi atau bantuan, yaitu bantuan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang pentng artinya dalam perekonomian, dan bantuan kepada para petani.

Apabila sesuatu perusahaan menerima subsidi dari pemerintah maka subsidi ini pada akhirnya akan di terima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan itu. Dengan demikian pada akhirnya subsidi tersebut akan merupakan pendapatan kepada faktor-faktor produksi, maka ia harus merupakan bagian dari Pendapatan Nasional.

·         Bunga Pinjaman Konsumen dan Pemerintah

Pendapatan masyarakat lain yang tidak termasuk tergolong kepada Pendapaatn Nasional tetapi termasuk kedalam pendapatan pribadi adalah pendapatan yang berupa bunga keatas utang negara dan bunga keatas pinjaman utuk konsumsi.

Karena pendapatan pribadi meliputi semua pendapatan masyarakat, tanpa menghiraukan apakah pendapatan itu diperoleh dari menyediakan faktor-faktor produksi atau tidak, maka wajiblah kedua jenis bunga diatas masuakn kedalam pendapatan pribadi.

·         Yang Tidak Termasuk dalam Pendapatan Pribadi

Pendapatan yang dimaksud adalah :

(i)     Keuntungan perusahaan yang tidakdibagikan

(ii)   Pajak yang dikenakan pemerintah ke atas keuntungan perusahaan

(iii)Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan dan para pekerja kepada dana pension

·         Hubungan Antara Pendapatan Nasional dan Pendapatan Pribadi

Hubungan tersebut seperti yang diringkas seperti ini :

Pendapaatn Nasional

Dikurangi :

1.      Keuntungan perusahaan tak dibagi

2.      Pajak keuntungan perusahaan

3.      Kontribusi kepada dana pension (kalau ada)

Ditambah

1.      Pembayaran pindahan

2.      Bunga pinjaman konsumen

3.      Bunga pinjaman pemerintah

= Pendapatan Disponsibel

·         Pendapatan Disponsibel

Apa bila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapaatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapaatn disponsibel. Dengan demikian pada hakikatnya pendapatan disponsibel adalah pendapatan yang dapat digunakan oleh para penerimanya, yaitu semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli jasa-jasa yang mereka ingini.

Kegunaan Data Pendapatan Nasional

Data pendapaatan nasional memberiakn informasi yang berguna mengenai berbagai aspek dari kegiatan ekonomi. Data pendapatan nasioanl pada satu tahun tertentu memberikan gambaran tentang : (i) tingkat kegiatan ekonomi negara yang dicapai dan nilai output yang diproduksikan (ii) komposisi dari pembelanjaan agregat (iii) sumbangan berbagai sector dalam mewujudkan pendapatan nasional, dan (iv) taraf kemakmuran yang dicapai.

Seterusnya membandingkan pendapatan nasional dari tahun ketahun akan memberikan gambaran tentang : (i) tingkat pertumbuhan ekonomi, (ii) perubahan struktur ekonomi dan (iii) peningkatan taraf kemakmuran masyarakat. Disamping itu data pendapatan nasional berguna sebagai dasar dalam pembuatan ramalan dan perencanaan ekonomi di masa depan.

Referensi :

Buku Teori Pengantar Makro Ekonomi Edisi Ketiga, Karangan Sadono Sukirno, Penerbit Rajawali Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: