Rencana Pemasaran

Published 5 Juni 2013 by DindaAdzaniah

Rencana Pemasaran

       I.            Pengertian Rencana Pemasaran

Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang di lakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Sedangkan pemasaran adalah seluruh sistem yang berhubungan dengan kegiatan untuk merencanakan dan mentukan harga hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli.

Jadi Rencana Pemasaran adalah proses menentukan dengan tepat untuk mempromosikan dan medistribusiakan barang dan jasa sampai mencapai tujuannya yaitu memuaskan kebutuhan pembeli.

Tujuan dibuat Rencana Pemasaran sebelum memasarkan sebuah produk adalah agar apa yang dilakukan dalam memasarkan produk tesebut sesuai denagn tujuan yang ingin dicapai.

Tetapi ada 2 maksud Rencana Pemasaran Itu dibuat :

1.      Protective (Perlindungan), maksudnya meminimalisasi resiko dengan mengurangi ketidak pastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan tentang konsekuensi dari setiap tindakan.

2.      Affirmatif (Kesepakatan), maksudnya untuk meningkatkan tingkat keberhasilan suatu usaha.

    II.            Analisis Lingkungan

Analisis Lingkunagn dalam pemasaran terbagi dalam dua bagian yaitu lingkunagan eksternal dan lingkunagn internal.

1.      Lingkungan eksternal

Pada umumnya lingkungan eksternal dipandang sebagai hal yang tidak dapat dikendalikan oleh para pengusaha.

 Akan tetapi untuk membuat rencana pemasaran seorang pengusaha harus melihat hal-hal yang terdapat di dalam lingkunagn eksternal yaitu:

a.       Lingkunagn Perekonomian

Pengusaha harus mempertimbangkan perubahan dalam pendapatan nasional bruto), pengangguran menurut daerah geografis,pendapatan siap konsumsi, dan lain-lain.

b.      Lingkungan Kebudayaan

Seorang pengusaha untuk dapat membuat rencana pemasaran harus mengevaluasi perubahan kebudayaan karena mungkin semunya mempunyai dampak dalam perencanaan pasar.

c.       Lingkungan Teknologi

Kemajuan teknologi memang sulit di prediksi, tapi seorang pengusaha harus memperhatikan perkembangan teknologi untuk membuat keputusan pemasaran jangka pendek.

d.      Lingkungan Permintaan Konsumen

Perencanaan pemasaran akan mempersiapkan pengusaha terhadap adanya perubahan dalam permintaan konsumen dan memberikan cara persiapan  terhadap perubahan permintaan konsumen yang memerlukan tindakan tertentu pada produk/jasa, saluran distribusi, harga atau promosi.

e.       Lingkungan Hukum

Terdapat banyak persoalan hukum dalam memulai usaha baru. Pengusaha hendaknya bersiap-siap dengan adanya perubahan peraturan hukum dari pemerintah yang mungkin akan mempengaruhi produk/jasa.

f.       Lingkunagan Persaingan

Sebagian besar wiraswastawan umumnya menghadapi ancaman potensial dari perusahaan yang lebih besar. Wiraswastawan harus bersiap-siap dengan ancaman tersebut dan hendaknya membuat rencana pemasaran yang menguraikan strategi paling efektif dalam lingkungan persaingan.

g.      Lingkungan Bahan Mentah

Jika dalam usaha terjadi kelangkaan bahan mentah seorang pengusaha harus mmepunyai alternative untuk bahan mentah agar usah yang dijalankannya tidak gulung tikar hanya karna kekurangan bahan mentah.

2.      Lingkungan Intrnal

Faktor internal merupakan variabel di mana pengusaha mempunyai suatu kendali atas variabel tersebut.

a.       Sumber Daya Finansial

Sumber daya finansial hendaknya menguraikan kebutuhan financial dari usaha baru.

b.      Manajemen

Wiraswastawan harus membangun tim manajemen efektif dan memberikan tanggung jawab kepada mereka untuk mengimplementasikan rencana pemasaran.

c.       Pemasok

Seorang pengusaha mempunyai kendali yang kecil untuk memutuskan keputusan tentang bahan mentah dari pemasok. Jadi sangat penting memasukan factor-faktor tentang pemasokan.

d.      Sasaran dan Tujuan

Setiap usaha baru hendaknya menetapkan sasaran dan tujuan yang akan menuntun perusahaan melalui pembuatan keputusan jangka panjang. Akan tetapi, harus dipahami bahwa tujuan dan sasaran adalah berarti garis pedoman jangka panjang dan perubahan konstan akan menunjukkan ketidakstabilan dan ketidakamanan bagian manajer.

 III.            Bauran Pemasaran

Bagi pengusaha, saluran distribusi atau perantara merupakan faktor penting karena mencerminkan harga, promosi, dan citra produk. Di samping itu, saluran distribusi bisa membantu pengusaha dalam peramalan, Bauran pemasaran merupakan interaksi ’empat variabel utama dalam sistem pemasaran: produk/jasa, penentuan harga, distribusi, dan promosi. Keempat unsur utama dalam bauran pemasaran mengandung sejumlah variable lainnya. Mengetahui faktor-faktor tersebut sangat penting karena mungkin termasuk dalam rencana pemasaran.

1.      Produk/Jasa

Unsur ini dalam pemasaran sepenuhnya menguraikan sifat produk/jasa yang harus dipertimbangkan dalam rencana pemasaran untuk membedakan produk/jasa dari para pesaing.

2.      Penentuan Harga

Suatu keputusan paling sulit untuk suatu usaha baru adalah memutuskan harga yang tepat untuk produk/jasa. Karena perubahan harga bias mnciptakan citra terhadap produk/jasa yang berbeda.

3.      Distribusi

perencanaan dan strategi pasar, serta pengembangan produk.

4.      Promosi

Suatu usaha yang baru didiriakn sangan memerlikan promosi yang baik untuk kemajuan usahanya. Dalam variable ini pengusah memerlukan marketing yang handal untuk mempromosikan produk/jasa nya.

 IV.            Batasan Rencana Pemasaran

Batasan rencana pemasaran harus dipahami agar seorngan pengusaha mengerti masalah-masalh yang akan di hadapi oleh usahanya nanti dan agar pengusaha dapat mentukan keputusan yang benar dan yang paling penting batasan rencana pemasaran itu bertujuan untuk memfokuskan seorang pengusaha terhadap tujuan usahanya.

Untuk mmebuat batasan rencana pemasaran seorang pegusaha harus memepunya dua hal yang sangat mempengaruhi yaitu (1) Peramalan Pemasaran dan (2) Memperoleh Informasi Pasar yang Dibutuhkan.

1.      Peramalan Pemasaran

Kemampuan wiraswastawan untuk membuat peramalan realistik merupakan tugas yang sangat sulit dengan perubahan lingkungan bersaing, restrukturisasi pasar, dan perubahan teknologi baru yang menyumbang pada sulit dipahaminya kondisi pasar.

Bantuan dari saluran distribusi, data industri dan riset pemasaran akan

membantu dalam peramalan. Penting juga untuk menetapkan mekanisme

pengawasan dalam rencana pemasaran yang memungkinkan modifikasi strategi

pemasaran jika terjadi perubahan.

2.      Memperoleh Informasi Pasar yang Dibutuhkan

Untuk mengembangkan rencana pasar yang efektif, sangat diperlukan informasi mengenai kecenderungan pasar, kebutuhan konsumen, teknologi perubahan pangsa pasar, reaksi pesaing, dan lain-lain. Wiraswastawan umumnya tidak mampu ataupun tidak yakin bagaimana mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan.

 Terdapat sumber kedua yang bisa digunakan oleh wiraswastawan. Kadin, jurnal perdagangan, badan-badan pemerintah (Departemen Perdagangan) merupakan sumber informasi pasar yang sangat berguna. Informasi yang dibutuhkan dan kemampuan mendapatkan informasi tersebut tergantung pada pasar dan industri.

    V.            Karakteristik Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga kriteria tertentu terpenuhi. Beberapa karakteristik penting yang harus ada pada rencana pemasaran efektif adalah sebagai berikut :

1.  Rencana pemasaran hendaknya memberikan strategi untuk mencapai tujuan atau misi perusahaan.

2.  Rencana pemasaran hendaknya didasarkan pada fakta dan asumsi valid.

3.  Rencana pemasaran hendaknya memungkinkan penggunaan sumber daya yang ada. Alokasi semua peralatan, sumber daya finansial, dan sumber daya manusia harus diuraikan.

4.  Organisasi yang tepat harus diuraikan untuk mengimplementasikan   rencana pemasaran.

5.  Rencana pemasaran harus memberikan kesinambungan sehingga tiap

 rencana pemasaran tahunan yang dibuat berdasar hal tersebut bisa

 memenuhi tujuan dan sasaran dalam jangka panjang.

6.  Rencana pemasaran hendaknya singkat dan simpel.

7.  Keberhasilan rencana tergantung pada fleksibilitas. Perubahan rencana bias dilakukan dengan melihat perubahan lingkungan.

8.  Rencana pemasaran hendaknya menspesifikasi kriteria kinerja yang akan dimonitor dan dikendalikan.

 VI.            Langkah-langkah Dalam Pembuatan Rencana Pemasaran

1.      Mendefinisikan Segmen Pasar/Peluang dan Ancaman

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar kedalam kelompok homogeny yang lebih kecil. Hal ini membantu wiraswastawan mendefinisikan peluang dan memberikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang bisa di manage.

2.      Menganalisis Kekuatan dan Kelemahan

Pentingnya seorang pengusaha untuk dapat menganalisis kekuatan dan kelemahan produk/jasa yang akan dipasarkan karena untuk memudakan pengusaha memasarkan produknya.

3.      Penetapan Tujuan dan Sasaran

Sasaran dan tujuan tersebut harus menguraikan kemana perusahaan diarahkan dan menspesifikasi hal-hal seperti pangsa pasar, laba, penjualan (menurut wilayah dan daerah), penetrasi pasar, jumlah distributor, tingkat kesadaran, peluncuran produk baru, kebijakan penentuan harga promosi penjualan dan dukungan periklanan.

Semua tujuan di atas bisa dikuantifikasi dan bisa diukur untuk tujuan

pengawasan. Perlu pula dibatasi tujuan dan sasaran karena terlalu banyaknya tujuan yang hams dipenuhi akan mempersulit pengawasan dan monitor.

4.      Mengidentifikasikan Strategi Pemasaran dan Usaha yang Dilakukan

Sekali tujuan dan sasaran pemasaran ditetapkan, wiraswastawan bias mengembangkan strategi untuk tujuan tersebut. Strategi tersebut merespons pertanyaan,” Bagaimana kita akan kesana? Penting sekali bahwa strategi dan tindakan yang diambil bersifat spesifik dan terperinci.

5.      PerencanaanTanggung Jawab Implementasi

Rencana harus diimplementasikan dengan efektif untuk memenuhi semua tujuan yang diinginkan. Seseorang, dan biasanya adalah wiraswastawan, hams bertanggung jawab bagi implementasi tiap-tiap strategi dan tindakan yang diambil dalam rencana pemasaran.

6.      Penganggaran Strategi Pemasaran

Langkah ini harus dibuat dengan jelas berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk usaha yang didirikan.

7.      Memonitori Kemajuaan Usaha Pemasaran

Monitoring rencana melibatkan penjajakan hasil-hasil tertentu dari usaha pemasaran. Data penjualan menurut produk, daerah, perwakilan penjualan, dan tempat penjualan adalah hasil tertentu yang harus dimonitor.

  1. Perencanaan Kontigensi

Perencanaa Kontigensi atau rencana alternative,rencana yang jarang dibuat oleh para pengusaha pada umumnya. Sebenarnya rencana ini sangat penting karena rencana kontigensi dapatmengendalikan kegagalan dalam usaha. Berapa kegagalan yang dapat dikendalikan yaitu :

1. Kurangnya rencana nyata. Rencana pemasaran dangkal dan kurangnya rincian dan substansi, khususnya mengenai tujuan dan sasaran.

2. Kurangnya analisis situasi yang memadai. Penting untuk mengetahui di mana anda sekarang, sebelum memutuskan ke mana anda akan pergi. Analisis lingkungan 17 secara seksama bisa menghasilkan tujuan dan sasaran yang tidak bias diterima.

3. Tujuan dan sasaran yang tidak realistic. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman situasi.

4. Perubahan persaingan yang tidak diantisipasi, kekurangan produk, dan

perubahan mendadak. Dengan analisis situasi yang baik, maupun monitoring proses yang efektif, keputusan bersaing bisa dinilai dan diprediksi dengan akurasi tinggi. Kekurangan produk sering terjadi karena tingginya permintaan. Kelangkaan bahan bakar, banjir, dan perang di luar kendali wiraswastawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: